Daftar Blog Saya

Kamis, 02 Januari 2014

PENDUDUK DAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA




 


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Variabel-variabel dalam problema kependudukan sangatlah kompleks, meliputi penduduk itu sendiri, kemiskinan, kesempatan kerja, permukiman, kesehatan, gizi pendidikan, kejahatan, pencemaran lingkungan, krisis ekonomi, kelaparan, sandang, air bersih, kebodohan, keterbelakangan, fasilitas umum (fasum), fasilitas social (fasos). Nyaris faktor kepadatan penduduk menjadi pangkal segala problematika kehidupan manusia itu sendiri.
 Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang besar, yaitu menurut sensus 1991 terdapat hampir 200 juta orang. Jumlah penduduk yang besar itu bertambah pula dengan cepat, walaupun program keluarga berencana (KB) telah dilakukan secara intensif. Menurut perhitungan Sensus 1981, rata-rata laju pertumbuhan penduduk ialah 2,32% per tahun.
Dilihat dari tekanan penduduk, bahwa pertumbuhan penduduk memerlukan tambahan lahan untuk produksi pangan dan pemukiman dengan segala aktivitasnya.Banyak sedikitnya jumlah penduduk serta unsur-unsur yang berkaitan dengan jumlah dalam batas tertentu merupakan potensi dalam bidang pembangunan. Dengan jumlah penduduk yang banyak merupakan sumber daya manusia untuk melakukan pembangunan.   
Bangsa yang sedang membangun melalui pembangunan nasional yang berusaha meningkatkan hasilnya di segala bidang kehidupan. Pembangunan nasional akan lebih bermakna sejauh pembangunan itu mampu mewujudkan tujuan hakiki kebudayaan. Sumber daya manusia sebagai pendukung pembangunan adalah perilaku produktif dari manusia dalam bentuk tindakan nyata, sikap dan pengetahuan yang kondusif bagi terjadinya perubahan-perubahan dari tradisi, sikap dan fikiran dalam menghadapi hari depan dan perubahan dalam arti pembaharuan.
Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam pembangunan. Oleh karena itu dalam melaksanakan pembangunan suatu wilayah atau negara perlu diketahui keadaan sumber daya manusia yang ada di wilayah tersebut. Semakin lengkap dan tepat data mengenai sumber daya manusia yang tersedia, semakin mudah dan tepat pula perencanaan pembangunan yang di buat.
1.2  Rumusan Masalah
a)      Apakah Penduduk dan Sumber Daya Manusia itu?
b)      Bagaimanakah dampak kepadatan penduduk terhadap lingkungan?
c)      Bagaimanakah  Mengatasi Masalah Kepadatan Penduduk?
d)      Bagaimanakahkualitas Sumber Daya Manusia Indonesia?

1.3  Tujuan penulisan
a)      Supaya kita memahami tentang penduduk dan sumber daya manusia.
b)      Supaya kita memahami tentangdampak kepadatan penduduk terhadap lingkungan.
c)      Agar kami mengetahui cara Mengatasi Masalah Kepadatan Penduduk.
d)      Agar kami mengetahui kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia.

1.4  Metode penulisan
Dalam merampungkan tulisan ini, kami menggunakan metode kepustakaan elektronik untuk mengumpilkan berbagai data yang kami perlukan. Berbagai sumber kami jadikan referensi, mulai dari laman-laman ilmiah, sampai pers elektronik.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Penduduk dan Sumber Daya Manusia
Secara sederhana (secara objektif) sumber daya diartikan sebagai alat untuk mencapai tujuan, atau kemampuan untuk memperoleh keuntungan. Sedangakan secara subjektif , sumber daya dapat diartikan segala sesuatu baik berupa benda maupun bukan benda yang dibutuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Secara sederhana sumber daya manusia dapat diartikan sebagai seluruh penduduk yang berada di suatu wilayah atau tempat dengan ciri-ciri demografis dan sosial ekonomis.Sumber daya manusia adalah semua potensi yang berhubungan dengan data kependudukan yang dimiliki oleh suatu daerah atau negara yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Manusia merupakan sumber daya terpenting dalam suatu bangsa atau negara. Sumber daya manusia harus memadai, baik dilihat dari segi kuantitas maupun kualitas. Segi kuantitas bersangkut paut dengan jumlah, kepadatan, dan mobilitas penduduk. Sedangkan kualitas terutama dilihat dari beberapa aspek, seperti tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, dan kualitas tenaga kerja yang tersedia.
Sedangkan Penduduk dikonotasikan sebagai orang atau orang-orang yang mendiami suatu tempat, kampung, wilayah atau negeri, dan merupakan aset pembangunan atau sering disebut sumber daya manusia (SDM).
Penambahan penduduk yang cepat menyebabkan tingkat kepadatan penduduk menjadi tinggi. Kepadatan penduduk dapat dihitung berdasarkan jumlah penduduk untuk setiap satu kilometer persegi. Cara menghitungnya adalah dengan membandingkan jumlah penduduk di suatu daerah dengan luas daerah yang ditempati.

2.2  Dampak kepadatan penduduk terhadap lingkungan
Peningkatan populasi manusia atau meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan tingkat kepadatan semakin tinggi. Pada sisi lain, luas tanah atau lahan tidak bertambah. Kepadatan penduduk dapat mengakibatkan tanah pertanian semakin berkurang karena digunakan untuk pemukiman penduduk.
Setiap makluk hidup membutuhkan oksigen untuk pernapasan  .Demikian pula manusia sebagai makluk hidup juga membutuhkan oksigen untuk kehidupanya. Manusia memperoleh oksigen yang dibutuhkan melalui udara bersih. Udara bersih berati udara yang tidak tercemar, sehingga huyakitas udara terjaga dengan baik. Dengan udara yang  bersih akan diperoleh pernapasan yang sehat.
c.       Kerusakan Lingkungan
Setiap tahun, hutan dibuka untuk kepentingan hidup manusia seperi untuk dijadikan lahan pertanian atau pemukiman. Para ahli lingkungan memperkirakan lebih dari 70% hutan di dunia  yang alami telah ditebang  atau rusak parah. Menigkatnya jumlah  penduduk akan diiringi pula dengan meningkatnya  penggunaan sumber alam hayati. Adanya pembukaan hutan  secara liar   untuk dijadikan  tanah pertaniaan atau untuk mencari  hasil hutan sebagai  mata pencaharian penduduk akan merusak ekosistem hutan.
d.      Kebutuhan Air Bersih
Air merupakan kebutuhan mutlak makhluk hidup. Akan  tetapi, air yang dibutuhkan manusia sebagai mkhluk hidup adalah air bersih. Air bersih digunakan untuk kebutuhan penduduk atau rumah tangga sehari-hari. Bersih merupakan air yang memenuhi syarat kualitas yang meliputi syarat fisika kimia, dan biologi. Syarat kimia yaitu air yang tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan  manusia. Syarat fisika  yaitu air tetap jernih (tidak brubah warna), tidak ada rasa, dan tidak berbau. Syarat biologi yaitu air tidak mengandung mikrooganisme atau kuman-kuman penyakit.

2.3  Solusi Mengatasi Masalah Kepadatan Penduduk
Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk :
1.        Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
2.        Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.

Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk :
1.        Penambahan dan penciptaan lapangan kerja
Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
2.        Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
3.        Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
4.        Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.

2.4  Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia
Kualitas sumber daya manusia merupakan komponen penting dalam setiap gerak pembangunan. Hanya dari sumber daya manusia yang berkualitas tinggilah yang dapat mempercepat pembangunan bangsa. Jumlah penduduk yang besar, apabila tidak diikuti dengan kualitas yang memadai, hanyalah akan menjadi beban pembangunan. Kualitas penduduk adalah keadaan penduduk baik secara perorangan maupun kelompok berdasarkan tingkat kemajuan yang telah dicapai.
      Agar menjadi sumber daya manusia yang tangguh penduduk harus mempunyai kualitas yang memadai sehinga dapat menjadi modal pembangunan yang efektif. Tanpa adanya peningkatan koalitas, jumlah penduduk yang besar akan menimbulkan berbagai masalah dan menjadi beban pembangunan.
      Analisis mengenai kualitas sumber daya manusia sering dibedakan menjadi kualitas fisik dan kualitas non fisik. Indikator yang dapat menggambarkan kualitas fisik penduduk meliputi tingkat pendidikan, derajat kesehatan, dan indeks mutu hidup. Kualitas non fisik meliputi kualitas spiritual keagamaan, kekaryan, etos kerja, kualitas kepribadian bermasyarakat, dan kualitas hubungan selaras dengan lingkungannya.
      Sampai saat ini, baik kualitas fisik maupun non fisik sumbar daya manusioa Indonesia masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Karena adanya kesulitan pengukuran kualitas non fisik, sehingga yang sering di jadikan patokan adalah kualitas fisik.
      Kualitas kehidupan fisik penduduk setiap negara berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan ini disebabkan oleh lingkungan, letak geografis, dan ras genetiknya. Negara-negara yang berada disekitar khatulistiwa, kualitas penduduknya tergolong rendahdan negara-negara tersebut merupakan negara terbelakang di bidang ekonomi dibandingkan  dengan negara-negara yang berada di daerah subtropis. Keadaan ini kemungkinan besar disebabkan karena daerah-daerah disekitar khatulistiwa tidak mengenal pergantian musim seperti di daerah sub tropis, sehingga mereka bisa hidup sepanjang tahun tanpa mengalami kesulitan mencari perlindungan terutama di musim dingin. Hal inilah yang mendidik penduduknya kurang berfikir untuk menghadapi tantangan alam, dan akhirnya menyebabkan sifat malas.
      Dengan keadaan yang demikian, maka penduduk disekitar khatulistiwa hidupnya tetap miskin walaupun daerah-daerah tersebut kaya akan sumber daya alam. Keadaan ini sangat berbeda dengan keadaan penduduk di daerah subtropis walaupun daerahnya tidak tersedia sumber daya alam yang banyak, namun mereka sanggup menguasai teknologi, sehingga hasil penguasaan teknologi tersebut membuat kualitas kehidupan mereka menjadi lebih baik.
      Indonesia yang mengedepankan sektor ekonomi yang selama ini menjadi prioritas pembangunan, ternyata tidak mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Tiga faktor utama penentu HDI (Human Development Indeks) yang dikembangkan UNDP adalah:
1)      Pendidikan
Kualitas penduduk dalam bidang pendidikan sangat penting untuk diketahui, sebab dapat menggambarkan kemampuan penduduk dalam menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di bidang pendidikan salah satu masalah yang dihadapi Indonesia adalah tingkat putus sekolah yang tingi. Walaupun putus sekolah itu sudah terjadi jauh sebelum krisis moneter, namun semakin menjadi-jadi setelah Indonesia mengalami krisis moneter. Untuk mengukur tingkat pendidikan penduduk, dapat dilakukan dengan cara memperhatikan data penduduk yang masih buta huruf, tamat SD, tamat SMP, tamat SMA, dan tamat Universitas. Semakin tinggi presentase penduduk yang yang masih berarti kualitas penduduk di nagara yang bersangkutan dilihat dari aspek pendidikan sangat rendah. Dan secara umum bahwa tingkat pendidikan penduduk Indonesia masih relatif rendah bahkan ada yang masih buta huruf.Ada beberapa alasan yang menebabkan terjadinya kondisi tersebut di Indonesia, antara lain :
§  Biaya pendidikan relatif mahal sehingga tidak dapat dijangkau oleh semua penduduk terutama penduduk yang mempunyai penghasilan rendah.
§  Minat menyekolahkan masih sangat rendah, terutama di daerah-daerah pedesaan terpencil. Dikalangan masyarakat pedesaan yang terpencil, seorang anak masih dianggap sebagai salah satu komoditas atau unit ekonomi keluarga. Banyak anak usia sekolah daripada disekolahkan lebih baik dipekerjakan untuk membantu orang tuanya
§  Sarana dan prasarana pendidikan yang masih belum memadai dan proporsional, terutama untuk sekolah lanjutan (SMP dan SMA). Keterbatasan daya tampung di SMP dan SMA, menyebabkn lulusan SD tidak tertampung semuanya di tingkat yang lebih atas. Idealnya, kalau pemerintah telah menetapkan kebijaksanan wajib belajar sembilan tahun, proporsi SD dan SMP harus seimbang. Oleh karena itu, pemerintah harus terus  berusaha secara maksimal untuk menyediakan layanan pendidikan yang murah dan berkualitas.
§  Rendahnya kualitas sarana fisik
Banyak sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang gedung-gedungnya telah rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak legkap dan banyak yang rusak, laboratorium tidak standart, serta pemakaian teknologi informasi tidak memadai. Bahkan yang lebih parah masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, dan tidak memiliki laboratorium.

Masih rendahnya tingkat pendidikan penduduk, merupakan suatu masalah yangperlu diatasi. Apabila tidak segera diatasi, persoalannya akan semakin berat dan kompleks. Beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk menangani masalah redahnya tingkat pendidikan, antara lain :
§  Memperluas kesempatan belajar, baik melalui jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah. Selain itu perlu dilakukan upaya penyadaran terhadap masyarakat bahwa pendidikan merupakan media strategis guna meningkatkan kualitas sumber daya insaniah.
§  Meringankan biaya pendidikan dan membebaskan biaya bagi yang tidak mampu, serta memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi. Di dalam UUD juga dikatakan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu sudah merupakan kewajiban pemerintah untuk menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas dan harganya murah.
§  Meningkatkan jumlah dan kualitas sarana serta prasarana pendidikan, seperti gedung-gedung sekolah, laboratorium, perpustakaan, media pembelajaran dan pengangkatan guru serta ahli kependidikan yang profesional.
2)      Kesehatan
Selain pendidikan, kesehatan penduduk merupakan faktor penting yang perlu untuk ditingkatkatkan, sebab jika penduduk terus-terusan sakit, akan berpengaruh terhadap tingkat produktivitas. Artinya, semakin banyak penduduk yang sakit, maka akan semakin rendah kualitas penduduk berdasarkan tingkat kesehatan.Kondisi kesehatan dan gizi anak di Indonesia masih memprihatinkan. Selain cakupan yang masih rendah, program yang diselenggarakan itu masih masih terfragmentasi sehingga tidak menyentuh kebutuhan tumbuh kembang anak secara holistik. Rendahnya cakupan dan kualitas penyelenggaraan program pengembangan anak usia dini mengakibatkan kondisi anak Indonesia masih memprihatinkan yang ditunjukkan dengan rendahnya derajat kesehatan dan gizi. Sedangkan untuk meningkatkan/meratakan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan yang terjangkau, diwujudkan melalui revitalisasi sistim kesehatan dasar dengan memperluas jaringan yang efektif dan efisien termasuk Posyandu dan Polindes, peningkatan jumlah dan kualitas tenaga kesehatan/revitalisasi kader PKK, pembentukan standar pelayanan kesehatan minimum untuk kinerja sistim kesehatan yang komprehensif, serta memperbaiki sistim informasi pada semua tingkatan pemerintah.
3)      Ekonomi
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor dalam perubahan perekonomian.


BAB III
         PENUTUP
KESIMPULAN
            Berdasarkan data yang dirilis United Nation For Development Programme (UNDP), Indonesia mengalami peningkatan persentase IPM sebesar 1,3 persen pertahun sejak empat puluh tahun yang lalu. Pada data yang dirilis oleh UNDP maret 2012 indonesia berada pada peringkat 124 dan tahun ini, Indonesia meningkat beberapa level yaitu bertengger pada peringkat 121 berdasarkan data yang dirilis oleh UNDP pada maret 2013. Peringkat ini berlaku untuk seluruh dunia untuk nilai IPM (Indeks Pembangunan Manusia). Ini, menjadikan Indonesia termasuk dalam kelas niai IPM menengah setara dengan Karibia dan Negara di Afrika Selatan.IPM sendiri merupakan pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan, dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. Berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dianggap cukup mendukung pertumbuhan IPM. Namun, peningkatan peringkat ini tidak simultan bergerak dengan pertumbuhan angka pertumbuhan kelas ekonomi menengah ke bawah. Diberbagai tempat maupun berbagai kalangan, peningkatan indeks pembangunan manusia ini memang dirasakan menfaatnya oleh masyarakat, namun belum menyeluruh.

SARAN
            Kami merekomendasikan agar program-program yang mendukung pertumbuhan IPM Indonesia terus dilanjutkan, seperti program wajib belajar, bebas gizi buruk, keluarga berencana, pembangunan infrastrukur maupun suprastruktur terus ditingkatkan. Sejauh ini cukup Nampak implikasi dari berbagai gebrakan pemerintahan kita. Namun belum manksimal jika kami tinjau dari berbagai sisi, misalnya pertumbuhan ekonomi kelas menengah ke bawah yang tidak bergerak sinkron dengan pergerakan ekonomi menengah ke atas, kemudian angka harapan hidup masyarakat, pelayanan kesehatan, penyelenggaraan pendidikan dan sebagainya.
            Kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan. Karena kami memandang bahwa masyarakat adalah komponen yang super kompleks. Sehingga untuk menempanya sungguh menjadi hal yang mustahil ketika hanya pemerintah dan birokrasinya yang melakukan berbagai perubahan dan formula-formula baru. Namun gerakan ini akan mudah pelaksanaan dan realisasinya ketika masyarakat yang ditempa pula ikut membangun diirnya sendiri.

Sabtu, 02 November 2013

AUDIT 1







A.   Pengertian Auditing
Menurut Arens and Beaslev (2003):  Auditing is the accumulation and evaluation of evidence about information to determine and report on the degree of correspondence between the information and established criteria. Auditing should be done by a competent, independent person
Menurut  William C. Boynton, Raymon N.Johson dan Welter G.Kell yang diterjemahkan oleh Budi S.I (2003:5), memberikan definisi : Auditing sebagai suatu proses sistematis untuk memperoleh serta mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi-asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi, dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pihak yang berkepentingan.
Menurut Sukrisno Agoes (2004:3) menyatakan : Audit adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disususn oleh manajemen, besertcttan-catatan pembukuaan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikaan pendapat mengenai kewajaran laporan keungan tersebut.
Dari beberapa definisi tersebut penulis menyimpulkan, bahwa auditing adalah suatu proses untuk mengevaluasi informasi ekonomi yang dapat diverifikasi dengan aturan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan yang dilakukan oleh seseorang yang kompeten.
B.    Jenis-Jenis Auditing
William C.Boynton, N.Johson dan Welter G.Kell yang diterjemahkan oleh Budi S.I (2003:6), menyatakan bahwa pada umumnya terdapat tiga jenis audit, yaitu :
1.    Audit Laporan Keuangan
Berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan mengevaluasi bukti tentang laporan-laporan entitas dengan maksud agar dapat memberikan pendapat apakah laporan-laporan tersebut telah disajikan secara wajar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, yaitu prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP/IFRS).
2.    Audit Kepatuhan/ketaatan
Berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan memeriksa bukti-bukti untuk menetapkan apakah kegiatan keuangan atau operasi suatu entitas telah sesuai dengan persyaratan atau peraturan yang berlaku.
3.    Audit Operasional
Berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti tentang efisiensi dan efektifitas kegiatan operasi suatu entitas dalam hubungannya dengan pencapaian tertentu.

C.    Standar auditing
             Standar Auditing adalah sepuluh standar yang ditetapkan dan disahkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), yang terdiri dari standar umum, standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan beserta interpretasinya. Standar auditing merupakan pedoman audit atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA). Dengan demikian PSA merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum didalam standar auditing.
Di Amerika Serikat disebut Generally Accepted Auditing Standards (GAAS) yang dikeluarkan oleh the American Institute of Certified Public Accountants (AICPA).
1.       Standar Umum
a.      Latihan tehnis dan Keahlian  Profesi
Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor.
b.     Sikap independen
Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.
c.      Kemahiran seksama
Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.
2.       Standar Pekerjaan Lapangan
a.      Rencana dan Supervisi
Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.
b.     Pengendalian Internal
Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh unutk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan.
c.      Bukti yang cukup kompeten
Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keungan yang diaudit.
3.       Standar Pelaporan
a.      Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum
Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
b.     Ketidakkonsistensian
Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada, ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.
c.      Pengungkapan Informatif
Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.
d.     Opini keseluruhan
Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor.


D.   Asersi Manajemen
Asersi (Assertions) adalah pernyataan manajemen yang terkandung di dalam komponen laporan keuangan. Pernyataan tersebut dapat bersifat implisit atau eksplisit.
Sebagai contoh, di dalam Neraca PT XYZ tanggal 31 Desember 2020 dicantumkan rekening kas sebesar Rp. 23.456.987.300.
Dalam melaporkan rekening kas tersebut, manajemen membuat dua asersi eksplisit berikut ini :
  1. Bahwa kas tersebut benar-benar ada pada tanggal 31 Des 2020
  2. Bahwa jumlah kas tersebut yang benar adalah Rp 23.456.987.300             
Selain dua asersi eksplisit tsb, manajemen juga membuat asersi implisit berikut ini :
  1. Bahwa semua kas yang harus dilaporkan telah dimasukkan dalam jumlah tsb
  2. Bahwa semua kas yang dilaporkan dimiliki oleh PT. XYZ pada tanggal 31 Desember 2020 tsb
  3.  Bahwa tidak ada batasan apapun terhadap penggunaan kas yang dilaporkan tsb

 Asersi manajemen dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1.     Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence)
Asersi ini berhubungan dengan apakah aktiva atau hutang entitas ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat telah terjadi selama periode tertentu.
2.    Kelengkapan (completeness)
Asersi ini berhubungan dengan apakah semua transaksi dan rekening yang seharusnya telah disajikan dalam laporan keuangan.
3.    Hak dan kewajiban (rights and obligation)
Asersi ini berhubungan dengan apakah aktiva merupakan hak perusahaan dan hutang merupakan kewajiban perusahaan pada tanggal tertentu.
4.    Penilaian (valuation) atau alokasi
Asersi ini berhubungan dengan apakah komponen-komponen aktiva, kewajiban, pendapatan dan biaya sudah dicantumkan dalam laporan keuangan dalam jumlah yang semestinya.

5.    Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure)
Asersi ini berhubungan dengan apakah komponen-komponen tertentu laporan keuangan diklasifikasikan, dijelaskan, dan diungkapkan semestinya.
TABEL-TABEL HUBUNGAN ASERSI MANAJEMEN DAN TUJUAN UMUM AUDIT
(SUMBER MULYADI, 2000)
Asersi managemen
Tujuan umum audit
Keberadaan atau keterjadian
Aktiva dan kewajiban entitas ada pada tanggal tertentu, dan transaksi pendapatan dan biaya terjadi dalam periode tertentu
Kelengkapan
Semua transaksi dan semua rekening yang seharusnya telah disajikan dalam laporan keuangan
Hak dan Kewajiban
Aktiva adalah hak entitas dan hutang adalah kewajiban entitas pada tanggal tertentu
Penilaian atau Alokasi
Komponen Aktiva, hutang, pendapatan daan biaya telah disajikan dalam laporan keungan Pd jumlah semestinya
Peyajian dan Pengungkapan
Komponen tertentu dalam Lap. Keu telah digolongkan, digambarkan, dan diungkapkan secara semestinya
  
TABEL HUBUNGAN ASERSI MANAJEMEN DAN TUJUAN AUDIT (SUMBER: MULYADI, 2000)
Asersi Manajemen
Tujuan khusus Audit Terhadap Kas
Keberadaan atau keterjadian
Kas di bank, dana kas kecil, kan yang belum disetor ke bank, dan unsur kas lainnya yang disajikan sebagai kas dalam neraca ada pada tanggal neraca.
Kelengkapan
Kas yang disajikan dalam neraca mencakup semua dana kas kecil, kas yang belum disetor ke bank, dan semua kas yang ada di tangan,serta saldo kas yang ada di bank yang tidak dibatasi pemakaiannya
Hak dan Kewajiban
Semua unsur yang dimasukkan kedalam kas dimiliki oleh entitas pada tanggal neraca
Penilaian atau Alokasi
∙ semua unsur yang termasuk dalam kas telah dijumlah secara benar
∙Jurnar penerimaan dan Pengeluaran kas secara matematik benar dan telah dibukukan dengan semestinya kedalam akun buku besar yang bersangkutan
∙Kas ditangan telah dihitung dengan benar
∙Kas di bank telah direkonsiliasi dengan catatan akuntansi
Penyajian Dan Pengungkapan
∙Semua unsur  yang dimasukkan   kedalam kas tidak dibatasi penggunaannya dan disediakan untuk operasi entitas
∙Pengungkapan yang diwajibkan telah dipenuhi.


E.    Tahap-Tahap dalam Auditing
1.    Penerimaan penugasan audit
Langkah awal pekerjaan audit atas laporan keuangan beberapa pengambilan keputusan untuk menerima atau menolak penugasan audit dari klien. Enam langkah yang perlu ditempuh oleh auditor di dalam mempertimbangkan penerimaan penugasan audit dari calon kliennya, yaitu :
a.    Mengevaluasi integritas manajemen
b.    Mengidentifikasi keadaan khusus dan risiko luar biasa
c.     Menilai kompetensi untuk melakukan audit
d.    Mengevaluasi independensi
e.    Menentukan kemampuan untuk menggunakan kecermatan (due care)
f.     Membuat surat penugasan audit (engagement letter)
2.    Perencanaan audit
Setelah menerima penugasan audit dari klien, langkah berikutnya adalah perencanaan audit. Ada delapan tahap yang harus di tempuh, yaitu :
a.    Memahami bisnis dan industri klien.
b.    Melaksanakan prosedur analitis.
c.     Mempertimbangkan tingkat materialitas awal.
d.    Mempertimbangkan risiko bawaan.
e.    Mempertimbangkan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap saldo awal dan jangka waktu penugasan klien berupa audit tahun pertama.
f.     Mengembangkan strategi awal terhadap asersi signifikan.
g.    Mereview informasi yang berhubungan dengan kewajiban-kewajiban legal klien.
h.    Memahami struktur pengendalian intern klien.
3.    Pelaksanaan pengujian audit
Tahap ini disebut juga dengan pekerjaan lapangan yang bertujuan utamanya adalah untuk memperoleh bukti audit tentang efektivitas struktur pengendalian intern klien dan kewajaran laporan keuangan klien. Secara garis besar pengujian dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
a.    Pengujian analitis (analytical test).
b.    Pengujian pengendalian (test of control).
c.     Pengujian substantive (substantive test).
4.    Pelaporan audit
Langkah akhir dari suatu proses pemeriksaan auditor adalah penerbiatan laporan audit. Oleh karena itu, auditor harus menyusun laporan keuangan (notes to financial statement), penjelasan laporan keuangan (notes to financial statement), dan penyataan pendapat auditor.
Adapun pernyataan pendapat terbagi ke dalam lima macam, yaitu :
a.    Pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion)
b.    Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan (unqualified opinion with explanatory language)

c.     Pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More
Instagram